Seandainya dunia ini terbalik.
Seandainya dunia ini
terbalik. Ah~ tidak perlu menunggu Tuhan membalikkan dunia. Karena memang semua
akan kembali seperti semula. Meskipun tetap ada yang berbeda.
Mungkin anak-anak tidak
pernah ingat. Betapa merepotkannya mengurusi mereka. Menangis tengah malam,
buang air kecil, buang air besar, makan, minum, semua dibantu dengan seorang
wanita bertangan lembut, mama, ibu, bunda, mamak, atau apalah sebutannya.
Pernah dia mengeluh? Tidak. Mamak bahagia mengurusi anak-anaknya, tak pernah
merasa kerepotan.
Si anak mulai beranjak
dewasa. Ketika mamak berteriak, “Nak, tolong mamak dong.”
Apa jawaban si anak?
“Mamak ni, kan aku lagi banyak PR” atau sebentar yang ternyata sampai pekerjaan
mamak selesai si anak tidak datang juga. Mamak cuma diam, berusaha menghibur
dirinya sendiri.
Lalu, ketika si anak
dinasehati mamak. Si anak tidak menggubris, malah terkadang si anak melawan,
membangkang. Mamak hanya mengelus dada. Seandainya si anak tau, mamak terkadang
menangis diam-diam.
Seperti yang ada di
atas, bahwa dunia pasti terbalik. Orangtua kembali seperti bayi. Tubuh mamak
semakin lama, semakin tua, renta. Si anak tidak mau mengurus mamak atau mau
mengurus tapi dengan wajah masam.
Seandainya si anak
ingat, bagaimana mamak mengurusnya ketika dia masih kecil. Mamak selalu
tersenyum, tak pernah mengeluh, bahkan bahagia. Lalu apa balasan si anak? Apa
jadinya kalau mamak tidak mau mengurusinya ketika si anak masih kecil?
Pepatah ini benar,
“Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah”


Comments
Post a Comment