Pare, Januari-Februari 2014 (Late Post)

Pengalaman kecil ini, semoga dapat mencerahkan teman-teman bahwa libur sambil belajar itu tetap menyenangkan.

Suatu keputusan berat dan butuh keberanian. Aku tidak ingat berapa lama aku meyakinkan hati untuk tidak pulang dan memilih ke Pare, Kediri, untuk sekedar belajar Bahasa Inggris.
Ya, English Languange, bahasa internasional yang telah dipelajari oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia sejak SD itu, tetap saja jadi momok tersendiri meskipun telah dipelajari bertahun-tahun.

Pare, Kediri. Kecamatan kecil dengan lebih dari 170 lembaga pendidikan bahasa inggris telah sukses mempengaruhiku.

"Kalau bukan sekarang kapan lagi?" Begitu hatiku terus berbisik meyakinkanku.
"Pulang bisa kapan-kapan" Bisikannya diwaktu yang lain.

Ya, benar. Aku sedang berada di tanah rantau. Kuliah, di salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta. Ah, aku baru ingat, di Surakarta, hanya ada satu Universitas Negeri, satu Sekolah Tinggi Negeri, dan satu Institut Islam Negeri..

Lupakan masalah itu.
Kira-kira tiga bulan sebelum masa liburan tiba, teman-temanku sudah pada bertanya, "pulang ke Kepulauan Riau, Vin?"
Mantap aku jawab, "tidak.Aku mau jalan-jalan ke Pare, Kediri. Mana tau dapat jodoh di sana"

Teman-temanku cuma manggut-manggut saja.
Kapan lagi aku bisa ke sana? Libur semester depan, tentu aku ingin pulang, tak akan aku lewatkan puasa dan lebaran bersama keluarga di rumah. Libur semester depannya lagi? Nggak bisa, persiapan magang. Semester depannya lagi? Mungkin. Sambil menunggu wisuda.

Bermodal nekat, aku berangkat ke Pare, sendirian. Aku sudah mencoba membujuk beberapa teman dekatku untuk ikut, tapi nihil hasilnya. "pulang" itu alasan mereka.

Aku naik kereta jurusan Solo Jebres - Jombang pukul 10 pagi, berangkat diantar sepupuku Hangga. Aku juga telah membujuk Hangga untuk pergi bersamaku, tapi dia menolak. Namun, ketika kami berdua duduk di stasiun menunggu kereta, dia menyesal, tidak mendengarkanku. Aku hanya tertawa.

Sebenarnya ada sedikit rasa takut menggelitikku. Bagaimana nanti di Jombang? Aku harus naik apa? Bagaimana kalau aku kesasar? Aku sendirian pula. Yang aku lakukan hanya menghela napas panjang, dan berdoa.
Alhamdulillah, pertolongan Allah, datang.

Di gerbong yang sama, aku sekereta dengan rombongan mahasiswa yang juga akan ke Pare, Kediri. Tanpa pikir panjang lagi, aku menyapa mereka, dan megutarakan keinginan kalau aku ingin ikut bersama rombongan mereka.

Dengan mobil ELF, aku dan rombongan tiba di Pare, Kediri.
Aku dan rombongan itu, berbeda lembaga. Jadi, kami turun di tempat yang berbeda.
Rp 13.000,00 biaya ELF dari Stasiun Jombang langsung ke depan tempat kursus.

Global English pilihanku.
Sebelum mendaftar, tentu aku telah mencari referensi-referensi lembaga tempat kursus di Pare, Kediri lewat internet. Aku tidak punya kenalan cukup untuk memberikan gambaran bagaimana lembaga-lembaga di sana. Lagi pula aku mencari lembaga yang telah dilengkapi dengan asrama. Aku ingin bisa aktif berbicara, bukan hanya menyayi saja aku bisanya.

Dan dari semua lembaga yang ditawarkan, Global English sukses membuatku jatuh cinta.

Dan sekarang, aku telah berada di seberang kantor Global English, dalam keadaan lelah.

Aku disambut oleh mbak Mimi, menyerahkan bukti pembayaran, dan langsung interview untuk menentukan kelas. Mr. Fajrin, lelaki asal Palembang yang menginterviewku. Setelah mendapatkan kelas, aku diantar oleh salah satu staff ke asramaku, female 6. Aku disuruh menemui Mis Meli atau Mis Asna.

Sambil menunggu, aku berkenalan dengan Mis Inayah.
Mis Meli datang, aku ditunjukkan ruangan yang akan menjadi kamarku. Aku sekamar dengan kak Kidung (orang Jawa, lahir di Padang, tapi sekarang di Manado), Kak Ria (orang ternate yang sekolah di Manado), dan Nis (Makassar-ji), plus Kak Rossa dari Lamongan.

Aku juga berteman akrab dengan Kak Fitri (Tidore), Diah (Jogja), Mbak Yana dan Kak Mira (Lampung). Juga teman-teman lain, Kak Indah (Malang), Augi (Solo), banyak lagi lah.

dua minggu pertama, aku ikuti 3 kelas, diantaranya Pre-Speaking bersama Mis Meli, Pronunciation bersama Mr Fahmi dan Vocabulary 1 bersama Mr Sukman. Dan, tidak ada kata malas apalagi bosan untuk belajar bersama mereka.

Global English berhasil mengemas semua materi dengan apik, lengkap, dan menyenangkan. Belajar sambil bermain dan bernyanyi.
Aku naik kelas.
Di 2 minggu berikutnya, aku mengambil 3 program lagi, Speaking-1 bersama Mis Rindu, Vocabulary 2 bersama Mr Hasirun, dan Writing 1 bersama Mr Fajrin.

Namun, minggu-minggu ini adalah minggu yang telah berbau perpisahan. Sebulan dirasa tidak cukup untuk mengukir kenangan.
Aku, dalam hati berjanji, akan kembali ke sini, ke Pare, ke Global English suatu saat nanti...

Apa kabar teman-teman??
Kak Kinan, Kak Rika, Kak Gi, Hesti, Kak Juwi, Mis Lina, Bang Affan, Bang Anggi, Bang Basit, Kurniawan, Fikri, Kak Desi, Kak Ayu, semuanyaa??

Comments

Popular Posts