Hijab Vacation : Liburan Murah di Bali ( August 31-September 3 , 2016)

"You cannot see every amazing thing if you only in your home. Go out and find something interesting."
Just two of us. Happy vacation :D


Judulnya vacation bukan travelling  soalnya selama di Bali, ada Ema yang nampung dan nganterin jalan-jalan keliling Bali. Hehehe. So, thanks for the kindness, Em. *cipika-cipiki

Jadi itu, rencananya yang bakalan ke Bali, ramai. Setelah proses panjang akhirnya pada gugur sehingga hanya aku dan Viki yang menyelesaikan misi : Liburan ke Bali. Sediiiih. :-(

Nah, selalu saja, setiap mau pergi jalan-jalan, ada aja penghambat diawal yang membuat perjalanan itu hampir batal. Contohnya waktu mau ke Pekalongan akhir tahun lalu. Itu hampir gagal karena Viki masih ada urusan di kampusnya dan memang perjuangan bangetlah mau ke Pekalongan itu. Pakai acara ketinggalan kereta ke Semarang di Solo, kehabisan tiket kereta ke Pekalongan di Semarang, hingga akhirnya harus naik bis sampai Pekalongan dari Semarang. Amazing, ngetlah pokoknya. Sama nih kaya mau ke Bali ini, harus dimundurin sehari karena dosen waliku memanggil ke kampus. Alhamdulillaaaah, Allah masih baik denganku dan Viki, jadi perjalanan ini masih bisa terwujud.

Bali, jadi penutup liburan yang sangat manis. Jadi, aku memulai liburan di Rembang, lalu melanjutkan ke Solo, Jogja, Pare, dan Blitar. "Dedek Pindut jalan-jalan terus, ya." Kira-kira gitu kata orang-orang terdekatku. Soalnya hobi, dengan melihat tempat-tempat baru dan mengagumi keindahannya, membuat rasa bersyukur semakin besar. Ini lo ciptaan Allah yang maha Indah.

Sekedar informasi, jalan-jalan itu nggak harus nyiapin duit banyak sampai berjuta-juta. Cara paling murah ya usahain ke tempat-tempat yang memang sudah ada tempat menginap alias nebeng.  Berani kasih jaminan, deh, nggak ngabisin duit sampai sejutalah buat transport, makan, atau mengunjungi tujuan-tujuan wisata favorit. You must try it, guys. Trust me, it's work. *iklan

Rabu, 31 Agustus 2016

Aku dan Viki awalnya harus bertegang urat buat nentuin mau naik apa ke Balinya? Kami mencari referensi harga dan membandingkan mana yang paling murah. Maklum anak kos. Ada 3 pilihan kendaraan : bis, kereta api, atau pesawat (langsung coret soalnya kalau naik pesawat dari Surabaya ke Bali dan sebaliknya bisa-bisa puasa setahun kami, hehehe). 

Harga kisaran bis malam sekitar Rp 180.000 - Rp 250.000 tergantung armada apa yang digunakan. Sedangkan untuk kereta api harganya lebih bervariasi banget, tergantung kereta yang digunakan. Buat tanggal seginian kereta yang tersedia dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Banyuwangibaru ada macam-macam, di antaranya : 
1. Probowangi (Ekonomi) Rp 56.000 (04.25-11.45)
2. Mutiara Timur Siang (Bisnis-Eksekutif) Rp 100.000 - Rp 200.000 (09.00-15.30)
3. Sri Tanjung (Ekonomi) Rp 94.000 (14.30-21.15)
4. Mutiara Timur Malam (Bisnis-Eksekutif) Rp 100.000 - Rp 200.000 (22.00-04.25)

Selain itu, bisa juga pakai kereta yang langsung ke Denpasar. Emang Denpasar ada stasiun? Emang di Bali ada rel kereta api? Pasti pada mikir gitu, ya? Sama pertama kali juga mikirnya gitu. Ternyata, maksudnya kereta jurusan Denpasar adalah kita naik kereta dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Banyuwangibaru lanjut naik bis damri sampai Denpasar.

Pengantarnya kebanyakan ya? *lirik bagian atas

Akhirnya setelah melalui proses panjang, aku dan Viki memilih untuk naik kereta api Mutiara Timur Malam rute Surabaya-Denpasar (untuk harganya bisa cek di webnya KAI atau agen travel online, ya). Yey! Pertimbangannya adalah that was the first time we went to Bali. Just two of us tidak ada orang lain. Jadi, memilih yang paling selamat, lah. Sambil lihat situasi dan kondisi di Banyuwangi dan Bali.


Penampakan tiket kereta terbaru :D


Jadi, ongkos kereta, damri, dan kapal dari Surabaya ke Denpasar yang kami keluarkan adalah Rp 220.000 untuk kereta bisnis. Kami berangkat dari Surabaya pukul 22.00 dan sampai di Ketapang pukul 04.25 Waktu Indonesia bagian Barat keesokan harinya. Karena perjalanan yang kami pilih adalah perjalanan malam, di kereta kami hanya tidur. Lalu, karena keretanya sangat amat sepi sekali, masing-masing kami bisa menguasai satu kursi dan bisa tidur dengan posisi dan gaya apapun yang kami mau wkwkwkwk.

Kamis, 1 September 2016

Bangun tidur sudah di Bayuwangi. Setelah ngulet kanan, ngulet kiri, benerin jilbab yang udah miring sana-sini, akhirnya kami sampai di Stasiun Banyuwangi Baru, Ketapang. Hoorraaaay!!! Setelah sholat subuh, keluar dari stasiun, sudah ada bapak-bapak yang memanggil : Bali, Bali, tiket langsung. Datangi saja dan damri yang ditunjuk. Alhamdulillah, damrinya sepi, jadi nggak perlu rebutan tempat duduk sama penumpang lain. Singkat cerita, pukul 05.00 WIB, kami sudah berada di kapal menuju Bali.

Salah satu alasanku ngambil kereta Mutiara Timur Malam adalah keyakinan kalau bakal di kapal tepat saat matahari terbit. Daaaaan, Masya Allah cantiknya pagi di laut, tenang, sejuk, T.O.P lah.

Selalu ada pagi yang pantas untuk disyukuri.

Laut pagi ini tenang sekali, anginnya juga nggak terlalu kenceng. Kalau bisa nggak mau turun dari kapal dululah sampai matahari di atas kepala. Hahahaha. Tapi ya nggak mungkin, lah.

Nah, sekitar pukul 05.30 WIB atau 06.30 WITA kapal merapat di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Guys, kalau sudah sampai sini, jangan lupa nyiapin e-KTP soalnya ada pemeriksaan dan petugasnya nggak mau tau, harus e-KTP, atau bakal kena denda kalau nggak bisa nunjukin e-KTP. Pukul 07.00 WITA, bis damri meluncur ke Denpasar. Wuuuuuush.

Meskipun bis damri menuju Denpasar, aku dan Viki turun di Masjid Kediri, Tabanan. Langsung menuju rumah Ema yang tak jauh dari sana. Jauh-jauh ke Bali, kok, ya, sampainya di Kediri juga. wkwkwkwk. Setelah menunggu sebentar, Ema datang menjemput dan kami bertolak ke rumah Ema.

Setelah mandi, makan, dan istirahat sebentar. Kami meluncur ke destinasi pertama. Bedugul.
Di Bedugul kami mengunjungi dua tempat yaitu The Sillas dan Kebun Raya Bedugul. The Sillas ini kaya taman bermain gitu, lah, ada Bianglala, Outbound, Berkuda, dll. Tiket masuknya Rp 10.000 dan tiap wahana bayar lagi dan macam-macam harganya. Kami hanya naik bianglala doang. Dasarnya anak-anak, ya. wkwkwk "Kapan dewasa, Vin?"

The Sillas


Sedangkan Kebun Raya Bedugul, tiket masuknya adalah Rp 9000.

Hari ini sampai di sini saja, ya... Oh, iya, sebelum pulang, kami mampir untuk sholat ashar dulu di Masjid Besar Al Hidayah Bedugul. Pemandangan dari atas situ, kereeeeen.

Foto-foto di Bedugul

 






Jum'at, 2 September 2016

Ema, adalah penganut agama hindu, dan kebetulan hari ini, di rumah Ema ada upacara. Sebelum upacara dimulai, kami mengunjungi pantai yang tak jauh dari rumah Ema. 


Pasir di pantai ini hitam tapi berkilauan. Pengen banget bawa pulang terus taruh di botol buat pajangan. Pasti lucu. Wkwkwkwk. 
Pantainya sepi, nggak banyak orang, dan gratis, tis, tis, tis. wkwkwkwk

Rumah Ema adalah rumah idaman. Kenapa? Jendela di mana-mana. Suka!

Sekitar pukul 04.00 WITA selepas sholat ashar. Kami bertandang ke Tanah Lot buat lihat sunset. Banyak turis-turis mancanegara di Tanah Lot. Whehehehe. Tiket masuk Tanah Lot perorangnya adalah Rp 10.000.







Sabtu, 3 September 2016

Pagi-pagi sekali sudah bangun, takut ketinggalan kereta. wkwkwk... Setelah berangkat naik kereta bisnis, pulangnya aku dan Viki memutuskan untuk sedikit berpetualang, naik kereta ekonomi Probowangi. Jatuhnya lebih murah, loh.

Bis Tabanan-Gilimanuk : Rp 35.000
Kapal : Rp 6000
Kereta Probowangi : Rp 56.000 
Jumlahnya Rp 97.000 

Kurang dari separuh ongkos berangkat. wkwkwkwk

Jadi, turun dari bis nanti jalan sedikit untuk masuk pelabuhan khusus pejalan kaki. Ada jasa ojek juga sih, bayarnya 5000, tapi nggak perlu, kok. Deket banget soalnya. Setelah jalan kaki sekitar 5 menit, langsung ketemu loket buat beli tiket kapal. Setelah itu, langsung deh menuju kapal. 


Pulaaaang


Siap-siap naik kapal, yuk.


Berasa kapal pribadi wkwkwk

Halooo . Pulau Jawa

Setelah setengah jam menyebrang akhirnya sampai juga di Ketapang. Mungkin memang hampir di seluruh tempat, ya, mau pelabuhan di Ketapang, Tanjungbatu, terminal, stasiun, ada aja orang yang suka narik-narik. Pokoknya harus pinter-pinter nolak dan jangan lupa sambil senyum. whehehehe.

Dari pelabuhan ketapang ke stasiun Banyuwangibaru juga cuma sekitar 10 menit jalan kaki, lo. Tapi nunggu keretanya yang lama. Huhuhuhu. Kereta Probowangi baru akan berangkat pukul 13.30, sedangkan kami sampai pada pukul 10.30. Huhuhu

Stasiun Banyuwangi Baru

Alhamdulillah, setelah menunggu, akhirnya berada juga di atas kereta. Gujes gujes gujes. Kereta akan sampai di Surabaya Gubeng pada sekitaran jam 21.00. Lama juga, ya....

Yah, intinya, kalau temen-temen memang niat buat explore dunia, nggak usah takut nggak ada uang deh. Pasti dibantu sama Allah. Soalnya dengan mengunjungi banyak tempat, menemukan teman baru, memperhatikan fenomena-fenomena baru, rasa syukur akan hidup juga pasti tambah besar. Jalan-jalan boleh, tapi jangan lupa ibadah, ya..


Comments

Popular Posts