Syair Hujan (Pak Lion)

Cerita sedikit. Beberapa hari yang lalu, aku meminta beberapa teman di Surabaya untuk membaca dan mengomentari puisiku. Tak disangka, salah satu dari mereka, bapak kami semua, membalas puisi yang aku buat. Katanya sih, dia merasa menjadi pihak yang disalahkan dalam puisi itu. wkwkwk

So, ini adalah puisi Pak Lion. Selamat ber-baper ria :D


Sumber gambar : inspira.co


Syair Hujan
(Lion)

Mungkin aku datang terlambat
Atau pergi terlalu cepat
Aku hadir adalah takdir
Aku pergi karena bakti

Meski tiada peluk setiap ufuk
Dan tiada sapa di setiap senja
Karena selalu ada masanya
Saat engkau harus menghela

Dimana bulir beras harus bernas
Kuntum mesti berbuah
Pohon-pohon mengisi galih
Hingga anak-anak takkan merintih

Jika mentari Juli mulai memeri
Dan terik Agustus makin mengukus
Ijinkan ku sapa engkau dengan rinai lembutku
Walau debu pun takkan berlalu

Kelak di tahun yang penghujung
Kan kubawa engkau bergelung
Biar kualiri seluruh nadi
Ku genangi seluruh rongga
Ku pendarkan sang mentari
Menjadi bias indah pelangi

Tak perlu ku berjanji
Sungguh hina tuk kau pinta
Karena aku pasti pergi dan kembali
Mungkin terlambat atau terlalu cepat

Surabaya, 12 Maret 2016


Itu tadi adalah puisi buatan Pak Lion. Gimana? Apa pembaca mulai baper? Hwehehehe...

Nb : Postingan ini telah disetujui oleh pemilik puisi... :-D

Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. entah terlambat atau terlalu cepat
    tapi kedatanganmu sungguh berarti tuk mengobati penat
    bukan masalah waktu
    tapi hanya kamu yang aku tunggu

    aku memang tak mau bermain - main dengan janji
    yang aku pinta hanyalalah sebuah kata "pasti"
    seperti pelangi yang selalu dinanti
    kala kau telah pergi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts