#10DaysKampusFiksiWrittingChallenge-Day 9

"Surat Untuk Anak(-Anak)ku"


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Wahai anakku,kamu  sedang apa ketika akhirnya menemukan tulisan ini? Aku-yang entah pada saatnya akan kamu panggil bunda, mamak, ummi, atau ibu-berumur 22 tahun saat ini, Tapi kekhawatiran akan masa depanmu sudah selalu terbayang di kepala. Padahal nak, bukan hanya kamu belum lahir di dunia, tapi aku juga belum ditemukan oleh seseorang yang akan menjadi ayahmu.

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Bisakah aku mendidikmu dengan baik kelak?

Pergaulan anak-anak dan remaja hari ini, begitu mengkhawatirkan. Kemesraan bukan hanya dipamerkan oleh mereka yang telah sah tapi juga anak-anak SD yang seharusnya masih bermain kejar-kejaran sambil tertawa gembira. Yang lebih bikin aku sesak, banyak sekali anak-anak yang jauh dari Allah. Mereka tidak mau sholat, tidak mau mengaji.

Bisakah aku membimbingmu hingga bisa selalu menaati Allah dan menauladani Nabi Muhammad SAW?

Anakku, bila tulisan ini kamu temukan ketika kamu berumur belasan tahun, aku berpesan, berhati-hatilah dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan. Bertemanlah dengan orang-orang yang sholih/sholihah. Kamu tahu, seseorang bisa dinilai dari temannya. Apabila kamu baik, kamu sholih/sholihah, InSyaAllah teman-temanmu juga akan mendapat penilaian yang sama denganmu. Seandainya kamu terpaksa berada di lingkungan yang buruk, berusahalah agar tidak terbawa arus, teguhlah dengan pendirianmu. Ingat, jangan sampai jauh dari Allah.

Anakku, masa remajamu, gunakanlah dengan sebaiknya untuk menuntut ilmu. Merantaulah. Lakukan penjelajahan ke tempat-tempat baru supaya kamu mendapat banyak pelajaran dan teman. Membangun koneksi dengan banyak orang itu bisa sangat bermanfaat untukmu, InSyaAllah akan memudahkanmu.

Anakku, jadilah anak yang baik meskipun kamu telah dewasa. Bagaimanapun menuanya kamu, kamu tetap akan menjadi seorang anak untukku. Jangan lupa terus doakan aku, hadiah terindah bagi orang tua adalah menjadi anak yang sholih/sholihah. Karena do'a anak yang sholih/sholihah pahalanya tidak akan putus meskipun aku telah tiada di dunia.

Surabaya, 27 Januari 2017

Comments

Popular Posts