#10DaysKampusFiksiWrittingChallenge-Day 5
"Tiga Film yang paling Berkesan"

Sebagai penikmat film dari beberapa genre, sebenarnya ada cukup banyak film yang memberikan kesan. Dari yang bergenre romance sampai horror atau film lokal sampai internasional, saking banyaknya sampai susah milih mana yang paling berkesan.
Setelah memilih, memilah, akhirnya diputuskan 3 film paling berkesan sampai saat ini.
1. Malaikat Tanpa Sayap
![]() |
| Malaikat Tanpa Sayap |
"Karena kau tak lihat, terkadang malaikat, tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan." (Dee-Malaikat Juga Tahu)
Di kisah ini, malaikat tak bersayap itu menjelma jadi sosok ayah. Yang paling berkesan adalah ketika ayahnya Vino (Surya Saputra) rela memberikan jantungnya sebagai ganti jantung Vino (Adipati Dolken) yang akan didonorkan untuk Maura (Maudy Ayunda) yang mengidap penyakit jantung. Waktu itu, aku kira Vino yang menjadi pendonor, tapi diakhir film, ditunjukkanlah kalau pendonornya adalah ayahnya Vino.
Meskipun tidak pernah dikatakan, ayah adalah orang yang kekhawatirannya melebihi kekhawatiran ibu. Apalagi kalau anak-anaknya merantau jauh. Seperti aku dan dua adikku. Suatu rahasia, aku tidak bisa menceritakan kejadian menyedihkan ke bapakku. Bapak sangat rajin meneleponku. Setiap kali ingin mulai bercerita tentang kesedihan yang menimpaku, aku akan segera menangis tersedu-sedu, malah tak jadi bercerita. Kalau sudah begitu, bapak akan memaksa mamak untuk bertanya padaku tentang apa yang terjadi. Ketika bapak tahu penyebabku sedih, bapak akan meneleponku lagi dan membesarkan hatiku hingga aku merasa benar-benar tenang.
Nonton film ini, bikin ingat bapak yang sampai hari ini masih bekerja keras untuk membiayai keluarganya.
2. Ano Hana (Bunga Itu)
![]() |
| Ano Hana (Live Action) |
Film ini diadopsi dari anime dengan judul yang sama. Kebetulan karena sedang masa UAS waktu meng-copy anime dan live actionnya. Akhirnya milih buat nonton live actionnya duluan yang hanya berdurasi satu setengah jam. Tapi smpai sekarang, animenya masih tersimpan dan belum tertonton sama sekali. Huhuhu...
Film ini bercerita tentang enam anak SD yang bersahabat membentuk sebuah grup yang bernama "Super Peace Buster" dengan visi menjaga perdamaian dunia. Namun, salah satu teman mereka, Menma, meninggal dunia. Menma jatuh ke Sungai ketika mencari Jintan. Setelah kejadian itu, persahabatan mereka pun menjadi renggang.
Ketika mereka beranjak dewasa, Menma muncul di rumah Jintan. Anehnya, hanya Jintan yang dapat berkomunikasi dengan Jintan. Menma hadir karena ada keinginannya yang belum terwujud. Untuk mewujudkan keinginan Menma, Super Peace Buster harus berkumpul semua.
Kalau dipikir-pikir, film ini biasa saja. Lalu, apa yang bikin berkesan? Jadi, waktu itu aku nonton tanpa subtittle padahal sama sekali nggak tahu tentang bahasa jepang. Ya, paling tahu sedikit-sedikit seperti arigato, itadakimas. Tapi film ini berhasil bikin aku terharu sampai nangis. Sungguh, bukan karena tanpa subtittle, tapi benar-benar karena jalan ceritanya yang ringan sekali.
Persahabatan sejati itu memang akan abadi. Meskipun telah tercerai berai, rindu akan selalu menuntun kembali.
3. Kabhi Khushi Kabhie Gham
![]() |
| Kabhi Khushi Kabhie Gham |
Film India lawas yang sangat menyentuh hati. Bayangkan, sejak pertama kali film ini tayang di televisi, hingga sekarang, aku selalu menonton dengan air mata tertahan. Padahal sudah tahu bagaimana alur ceritanya, tahu bagaimana akhirnya, tapi tetap saja nangis. Ini aku yang cengeng atau gimana, ya?
Film ini menceritakan Yashvardhan Raichand (Amitabh Bachchan) dan istrinya Nandini Raichand (Jaya Bachchan) yang mengadopsi seorang anak laki-laki berusia 8 tahun bernama Rahul Y. Raichand (Shahrukh Khan). Rahul memiliki seorang adik tiri gendut bernama Rohan Y. Raichand (Hrithik Roshan) yang terpaut usia cukup jauh dengannya. Suatu hari, Rahul bertemu dengan Anjali (Kajool) dan jatuh cinta dengannya, tetapi cinta mereka tidak direstui Yash. Menurut Yash, Anjali tidak pantas menjadi menantunya. Akhirnya Rahul dan Anjali menikah diam-diam. Mengetahui hal itu Yash marah besar dan mengatakan bahwa Rahul bukan anggota keluarganya. Rahul dan Anjali pun pergi dari rumah Yash dan pindah ke London.
Lanjutan ceritanya sudah pada tahu, kan, ya? Ehehehe
Ada dua bagian yang paling berkesan menurutku. Yang pertama ketika adegan di salah satu pusat perbelanjaan di Mall di London. Adegan ini menunjukkan firasat kuat Nandini sebagai ibu atas kehadiran puteranya yang telah lama pergi. Padahal anaknya bukan anak kandung. Namun kasih sayangnya sudah melebihi dari anak kandungnya sendiri.
Kedua, ketika akhirnya Yash mengakui betapa sayangnya dia kepada Rahul. Betapa dia menunggu-nunggu kepulangan Rahul. Betapa menyesalnya dia membiarkan gengsi menguasainya hingga dia harus bertahun-tahun menanggung rindu yang menyiksa.
Kasih sayang orang tua kepada anak memang tidak akan pernah bisa putus tapi bukan tanpa syarat, lo. Kasih sayang itu harus dimunculkan dari hati dengan ikhlas. Bila sudah begitu, tentu tidak ada orang tua yang membenci anaknya. Atau sebenci-bencinya orang tua dengan anak, tetap ada rasa sayang, ya? Entah, lah.
Surabaya, 22 Januari 2017





Waaa pasangan legend Amitabh Bachchan-Jaya Bachchan sama Shahrukh Khan-Kajool wkwk
ReplyDeleteBtw, dulu aku suka mlesetin lagunya Malaikat Juga Tahu jadi gini: "Malaikat jual tahu, siapa yang jadi pelanggannya" hahaha 😂😂😂
ahahaha.... ada ada saja
DeleteAku juga suka KKKG dan film-film seangkatannya :D
ReplyDeleteternyata nggak cuma aku... sekarang malah kurang suka lihat sinetronnya...
Delete