Kenangan
Seharusnya manusia sadar, sebuah pertemuan tak mungkin selamanya. Tapi berpisah bukan akhir dari sebuah perjalanan. Akan kita temukan orang lain di setiap persimpangannya.
Surakarta, 4 November 2014
Kampus Fiksi 10. Setahun lo nunggu untuk ikut acara ini. Tapi mendekati hari itu, nyaliku menciut. Aku yang pernah kehilangan rasa kepercayaan diri, mulai merasa kecil. Ah, siapa aku dapat berada di sana?
Sulit memupuk keberanian untuk menghidupkan beraniku. Apalagi kalau sudah begini, aku pasti membuat kesalahan-kesalahan yang memalukan bahkan mungkin dapat menimbulkan kesan buruk. Tapi apa salahnya mencoba. Ini kesempatan emas. Tak semua orang beruntung mendapatkan kesempatan begini.
Aku janjian dengan salah seorang teman yang ku kenal karena kampus fiksi ini-ternyata dia itu temannya temenku di kelas-untuk berangkat bersama. Tak perlu ku sebut namanya. Kereta pukul 18.55 dari Solo Balapan. Tiket sudah di tanganku.
Pukul 18.30 aku sudah standby di stasiun. Menunggu. Kegiatan yang hampir semua orang tidak menyukainya. Mataku tak lepas dari jam dinding di depanku. 5 menit, 10 menit, 15 menit. Dia tak kunjung datang. Aku dekati petugas pemeriksa tiket. "Keretanya sudah mau berangkat belum pak?" tanyaku.
"5 menit lagi, Mbak,"jawabnya.
Aku menggenggam hp-ku erat-erat. Nama teman baruku itu selalu muncul di sana. Ya, aku misscall terus dia. Berharap dia segera datang. Aku tak ingin terlambat.
Teeeeet.. Klakson kereta berbunyi. Aku bimbang dan memutuskan untuk meninggalkan dia, berangkat duluan.
***
Feny, Opi, Mbak Meka, Kak Inggy, Rifa, Kak Wulan, dan Viki. Kamar tak seberapa luas ini dihuni berdelapan. Kami tetap nyenyak. Tidur kami enak semalam meskipun berdesak-desakan. Sarapan, pembukaan, materi-materi kami dapatkan. Tentang tips, mencari ide, dan praktek buat cerpen selama 3 jam.
Praktek ini cukup membuat kepalaku berasap. Magic, Madness, Heaven, Sin. Cerita seperti apa yang dapat menyatukan ketiga hal ini? Kepalaku berputar dan mulai menggerilyakan jari jemariku di keyboard.
Kami dibagi menjadi 5 kelompok yang berisi 4 orang. Aku, Viki, Mas Sugi, dan Mbak Linda. Penampilan yel-yel, drama, dan pembacaan narasi/cerpen. Mungkin kelompok kami adalah kelompok paling malas. Yel-yel kami hanya singkat. Tak ada kata-kata memuji kampus fiksi seperti yel-yel kelompok lain.
Nggak punya yel-yel. Yel-yel andalan kami. Tapi sepertinya yel-yel ini membekas di kepala beberapa pendengar. Beberapa kali mereka menyanyikannya.
Sedangkan penampilan drama. Hanya mengulang Upin dan Ipin. Kebetulan sekali Mbak Siska dari Riau. Aku rasa dramaku cukup menghibur. Meskipun aku lihat kami, pemain drama ini, gugup dan grogi.
Untuk pembacaan puisi. Aku yang maju. Hancur. Ya, nggak apa-apalah, aku sudah lama tak melakukannya. "Mbak ina macam pidato" kata Viki.
Aku cuma tersenyum dan berkata,"Mbakkan memang spesialisasi pidato. hehehe."
Malam larut, saatnya berlayar di peraduan, lautan kapuk dan busa. Karena besok akan jadi hari yang panjang.
***
Kesekretariatan, evaluasi cerpen, state of mind, sharing dengan Bang Reza Nufa, bimbingan kampus fiksi.
Dari beberapa materi ini, yang paling berkesan adalah saat evaluasi. "Cerpenmu FTV banget," komentar Mbak Ve. Aku tertawa saja. Mungkin hari ini cuma segitu mampuku.
Malam ini perpisahan, penutupan. Tak bisa dielakkan. Kampus Fiksi 10, ditutup manis dengan sesi foto-foto gila. Ah, perpisahan memang tak bisa dihindarkan.
***
Pukul 08.00 pagi. Viki sudah kembali ke kosnya. Beberapa orang juga telah pulang. Aku masih di sini. Bercengkrama dengan teman-teman yang masih tinggal. Pulang ini, aku janjian lagi dengan teman yang aku tinggal saat berangkat dulu.
Ruang produksi dan ruang redaksi. Surga buku. Tempat itu membuatku benar-benar menganga. Aku ingin jadi bagian dari industri buku suatu hari nanti.
Pukul 09.45, aku dan temanku berlari kecil menuju asrama dari kantor redaksi. Saatnya pulang, kembali ke habitat asal, dengan membawa mimpi dan semangat untuk terus menulis.
Terimakasih Kampus Fiksi, terimakasih Pak Edi, terimakasih Mbak Ve, Mbak Rina, Bang Reza Nufa. Terimakasih Mas Fatta yang sudah bawain kardus berisi oleh-oleh yang ternyata berat banget. Terimakasih Bang Wawan, Mas Sugiyanto, Mbak Mila, Rifa, Mbak Endah, Bang Kocil, Kak Mery, Kak Inggy, Sani, Viki, Mbak Siska, Lina, Feni, Mbak Nursaadah, Dian, Mas Fatta.... Terimakasih untuk semua yang berharga di Kampus Fiksi 10.


Comments
Post a Comment