Malam Jumat Kliwon
“Brak!!” Suara keras dari belakang
cukup membuatmu setengah berlari menuju ke sana.
Kepalamu kau longokkan ke setiap sudut ruang 3X3 itu. Gelap. Tak ada
apa-apa, tak ada siapa-siapa. “Kucingkah?” Pikirmu.
Udara dingin berhembus, memaksa bulu romamu berdiri kaku. Keringat dingin mulai menetes satu demi satu,
hatimu pun mencelos. Rasa takut mulai merambat ke jiwamu. “Ini malam Jumat kliwonkan?”
Kau lirik jam di tangan kirimu, pukul 12. Mulutmu tak berhenti mengucap
doa-doa penolak hantu. Dengan perlahan, kau bawa kakimu keluar dari ruang itu. Sesekali
kepalamu berputar, ke kiri dan kanan. Berharap ada sesuatu yang dapat mengikis
rasa takutmu. Namun tak kau dapati apa-apa di sana. Sedang suara tadi masih
menimbulkan rasa penasaran di jiwamu.
Piring-piring di atas meja bergoyang, menimbulkan suara-suara dentingan
yang membuat tubuhmu semakin lemas. Tiba-tiba sebuah tangan dingin menyentuh
pergelangan tanganmu erat. Kaupun membeku. Jangankan melihat, menoleh saja kau
tak mampu.
“Kamu belum tidur, Har? Maaf, tadi aku menjatuhkan mangkok ini, isinya berceceran
di bawah meja. Oh ya, thanks udah
bantu aku berdiri.”
Ah, itu Rindu, kakakmu.


Comments
Post a Comment